Jilbab dan Akhlak, Seiring namun Beda

Bismillahirrahmanirrahim…

Beberapa orang berceloteh “Orang itu ya, berjilbab tapi kok kelakuan buruk begitu? *Naudzubillahi min dzalik” Teman yang lainnya menanggapi, “buruk gimana? Nggak tuh, kalian aja yang kepo”… Hehehe‚Ķ
Mungkin, sekawanan wanita modis ini, telah melihat saudarinya berbuat hal yang tidak sesuai dengan sudut pandang mereka, maka terlontarlah komentar yang seperti itu. Ya, inilah hidup, kitalah yang berbuat, baik dan buruk, orang lainlah yang akan mengomentari ūüôā

Saudariku, ini terkhusus untukku dan untukmu, para pendamba Syurga, Inshaa Allah, Syurga adalah cita-cita tertinggi setiap MakhlukNya…

Jilbab adalah KEWAJIBAN bagi setiap muslimah yang telah baligh, tidak peduli baik buruknya perangai, pendiam cerewet, kaya miskin, wanita karir, ibu rumah tangga, anak gadis, istri, pejabat, dosen, guru, pemimpin, mahasiswa,anak sekolah, jika kita ber-Islam, maka siap tidak siap, suka tidak suka perkara jilbab berlaku wajib atas diri-diri kita… Oh, iya, kadang kita punya alasan begini “Tunggu, saya jilbabi dulu hati saya, baru tubuh saya, saya belum siap”… Hmmm… Ingat saudariku yang manis, Setan itu Pintar dan licik lho, termasuk menggoda kita untuk “TIdak pernah Siap dalam Berjilbab”, maka jika kita telah tau bahwa jilbab adalah Kewajiban, bersegeralah untuk mengenakannya, dengan demikian niscaya Allah telah membukakan kita satu pintu kebaikan karena telah menaati perintahNya. Betul?

Jilbab adalah identitas muslimah, karena jilbab, kita bisa dikenali sebagai “Agent of Muslim”, tanpa ada tanda tanya lagi. Jilbab melindungi dari berbagai hal “Negatif” di luar sana. Inshaa Allah…. Tentu saja dengan jilbab syar’i my dear sisters, yang menutupi seluruh tubuh, tebal, tidak ketat dan tidak bertabarruj (berhias) berlebih-lebihan.

Firman Allah Subhanahu wa ta’ala…

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al Ahzab : 59).

Sudah jelas bukan, bagaimana Allah mengabadikan perintah berjilbab dalam kitabNya nan suci. Tinggal, kita gerakkan diri kita untuk Menaati perintahnya dengan mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh, memakai pakaian yang tebal dan tidak transparan serta tidak bertabarruj (berhias) berlebih-lebihan, dengan ini, Inshaa Allah kita akan senantiasa menuntun langkah kita untuk menjadi perhiasan terbaik dunia, bukankah perhiasan terbaik dunia adalah wanita shalihah? Siapa yang tidak mau dengan predikat itu?

Lalu bagaimana dengan akhlak?

Akhlak adalah kepribadian setiap manusia yang tentu berbeda-beda dan hal ini bukanlah menjadi sebuah hukum, tapi kembali kepada para pelakonnya, namun demikian, kita diperintahkan untuk senantiasa memperbaiki dan menghiasi diri dengan akhlak yang Indah. Btw, girls, ciri-ciri muslimah yang baik salah satunya adalah Berakhlak baik, baik bukan semata-mata karena ingin terpuji di hadapan manusia, tapi juga saat dalam kesendirian, saat setiap apa yang kita lakukan, hanya diri kita dan Allah saja yang tahu.

Kembali ke percakapan awal saudari-saudari kita tadi….

Jika ada wanita berjilbab yang berbuat keliru di depan kita, please jangan judge jilbabnya, tapi itu kembali pada akhlak pribadinya. Inshaa Allah, biasanya dengan berjilbab otomatis akan memperbaiki akhlak seorang muslimah, sebab jilbab dan akhlak itu seiring saudariku, meski tetap berbeda.. nasihat untuk saya juga, ketika memandang orang lain, gunakanlah “Mata yang jernih”, boleh jadi ada 1 kesalahan yang terlihat pada dirinya, namun ada sejuta kebaikan lain yang membawanya ke Surga.

Mari menaati Allah dengan berjilbab, mari memperbaiki diri dengan Akhlak yang baik ūüôā

Advertisements

Duka Gaza, Duka Palestina

Bismillahirrahmanirrahim…
Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan untuk menjalani ibadah puasa yang penuh berkah ini, semoga kita menjadi hamba-hambaNya yang senantiasa bertakwa kepada Allah. Aamiin, aamiin yaa rabbal’alamin.

ramadhan is coming

Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kebahagiaan, bulan dimana haus dan lapar bukanlah sebuah rintangan yang berarti untuk kita lalui,sebab, tantangan yang paling berat adalah melawan hawa nafsu. Alhamdulillah karena kita tinggal di negara yang berpenduduk muslim terbesar di seluruh dunia, tidak ada halangan ketika melaksanakan ibadah, dimana-dimana bisa, kapan pun boleh, tersedia begitu banyak sarana dan prasarana yang menunjang segala aktivitas di bulan puasa juga berbagai macam menu makanan yang lezat, tinggal pilih sesuka hati.. sekali lagi alhamdulillah.

gaza

Saudaraku, mari kita tengok di belahan bumi yang lain, sisi lain dari sebuah negeri elok nan indah bernama bernama Palestina. Tanggal 8 Juli 2014 yang lalu tentara zionis kembali mengusik ketenangan warga Gaza palestina dengan meluncurkan berbagai serangan yang menewaskan lebih dari 100 korban jiwa, kebanyakan dari mereka adalah warga sipil, anak-anak dan para ibu, inshaa Allah mereka wafat dalam keadaan syahid. Serangan ini juga menyebabkan 1000 lebih warga gaza mengalami luka-luka juga membuat rumah-rumah warga hancur, rata dengan tanah. Suasana ini begitu kontras dengan apa yang kita alami di Indonesia, saudara-saudara kita disana berjuang membela agama, wilayah serta kehormatan mereka sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Bulan ramadhan, selalu hadir suka cita yang mendalam, namun ironisnya, mereka merayakannya dengan penuh duka karena banyak yang harus kehilangan orang tua serta sanak saudara juga tempat tinggal yang nyaman tak lagi mereka nikmati. Semoga Allah senantiasa memberi Kasih Sayang dan RahmatNya kepada saudara-saudara kita disana.

pray for gaza 

 

 

Ramadhan Yaa Karim, Refleksi Menuju Takwa

Bismillah…
Ramadhan tak terasa sudah di depan mata, bulan mulia ini senantiasa dirindukan oleh orang-orang yang beriman untuk menjalankan ibadah puasa yang penuh berkah, semoga kita termasuk ke dalam golongan perindu ramadhan, inshaa ALLAH… ūüôā
Akhir pekan lalu tepatnya di hari sabtu dan ahad 16-17 sya’ban tahun 1435 Hijriah atau tanggal 14-15 2014, saya berkesempatan menghadiri acara daurah Ramadhan, acara yang begitu sarat akan ilmu khususnya untuk para muslimah dalam mempersiapkan diri menjemput ramadhan serta menjalaninya dengan ibadah-ibadah yang akan mengantarkan kita kepada ketakwaan. Ada beberapa¬†penting yang di ulas seputar ramadhan, jujur yah masih sangat banyak ternyata hal-hal seputar ramadhan yang belum saya ketahui, alhamdulillah dengan ikut kajian ilmiah ini semakin menambah pengetahuan saya yang tentunya masih perlu terus belajar pada tempat dan waktu yang lain. Berikut akan saya sajikan hal-hal yang sempat saya catat di daurah tersebut, semoga bermanfaat.

Ramadhan pertama kali dilaksanakan pada tahun 2 Hijriah dimana pada bulan ini orang-orang beriman melaksanakan puasa, nah, apakah yang dimaksud dengan puasa?
Secara bahasa puasa adalah Menahan, sedangkan secara istilah Puasa adalah menahan diri untuk makan dan minum dan dari hal-hal yang merusak serta membatalkan puasa pada siang hari dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Puasa hukumnya Wajib a’in dan merupakan salah satu rukun islam serta ditujukan untuk orang-orang yang beriman, puasa telah diperintahkan kepada orang-orang sebelumnya untuk mencapai derajat ketakwaan, sebagaimana firman ALLAH dalam Qur’an surah Al-Baqarah:183 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

A. Keutamaan bulan Ramadhan:

  1. Bulan ramadhan adalah bulan untuk beramal shaleh.
  2. Bulan ramadhan adalah bulan sedekah karena pahalanya yang berlipat ganda.¬†Dari Ibnu Abbas¬†radhiallahu ‚Äėanhuma¬†berkata, ‚ÄúRasulullahshallallahu ‚Äėalaihi wa sallam¬†adalah manusia yang paling dermawan, dan kondisi beliau paling dermawan adalah di bulan Ramadhan di saat bertemu Jibril ‚ÄėAlaihis salam, di mana Jibril¬†‚Äėalaihis salam¬†sering bertemu beliau pada setiap malam dari bulan Ramadhan, lalu Jibril mengajarkannya al-Qur`an, dan sungguh Rasulullah¬†shallallahu ‚Äėalaihi wa sallam¬†adalah manusia paling (cepat) dermawan dengan kebaikan daripada angin yang berhembus.‚ÄĚ (Shahih al-Bukhari Ma‚Äôa al-Fath¬†1/30 nomor 6.¬†Shahih Muslim¬†4/1803.).
  3. Bulan ramadhan adalah bulan Al-qur’an, alqur’an diturunkan pada bulan ramadhan
  4. Bulan ramadhan adalah bulan kemenangan, sesungguhnya banyak peperangan yang dimenangkan di bulan ramadhan, salah satunya perang badar. Ketahuilah saudaraku bahwa perang yang plaing dahsyat sesungguhnya adalah perang melawan hawa nafsu, maka siapa yang berhasil memeranginya dialah seorang pemenang.
  5. Bulan ramadhan adalah bulan pertaubatan.
  6. Bulan ramadhan adalah bulan kesabaran.
  7. Bulan dikabulkannya do’a-do’a.
    Ada tiga golongan orang-orang yang tidak tertolak do’anya (1) pemimpin yang adil (2) orang yang sedang berpuasa (3) orang yang terdzolimi (HR. At-Tirmidzi dan At. Thabrani).
  8. Bulan ramadhan di dalamnya terdapat Lailatul Qadr, yang ibadah di dalamnya lebih utama dari 1000 bulan, mashaa ALLAH.

B. Keutamaan orang yang berpuasa

  1. Puasa adalah salah satu sebab terwujudnya takwa (QS. Al-Baqarah:183).
  2. Puasa adalah gejolak syahwat.
  3. Puasa adalah pemisah antara hamba dengan neraka
    “Barangsiapa berpuasa 1 hari di jalan ALLAH, maka ALLAH akan memisahkan dirinya dengan neraka sejauh jarak antara langit dan bumi (HR. At-Tirmidzi).
  4. Pahala puasa tidak terbatas, mendapatkan dua kebahagiaan dan bau mulut orang berpuasa lebih wangi dari minyak kesturi.
    Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was sallam bersabda:
    ‚ÄúSetiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta‚Äôala berfirman (yang artinya), ‚ÄėKecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.‚Äô(HR. Muslim).
  5. Puasa dan Al-Qur’an akan menjadi syafa’at di akhirat kelak.
  6. Puasa sebagai kaffarat (penebus dosa).
  7. Pintu surga Ar-rayyan bagi orang berpuasa.
  8. Orang yang berpuasa tidak tertolak do’anya.

C. Adab-adab puasa

  1. Makan Sahur
    “Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya dalam sahur itu keberkahan” (Muttafaqun Alaihi).
  2. Menahan diri dari kata-kata yang tidak bermanfaat.
  3. Sifat dermawan dan mengkhatamkan Al-qur’an.
  4. Menyegerakan berbuka puasa
    Umat manusia akan tetap berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa (HR. Bukhari).
  5. Berdo’a ketika berbuka puasa, sebagaimana diisabdakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
    “Telah hilang rasa haus dan telah basah urat-urat, serta ditetapkan pahala, insya ALLAH”.

D. Manfaat Puasa dalam Tinjauan Kesehatan dan Psikologi

  1. Baik bagi kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah
    Ketika berpuasa tubuh kita mengalami peningkatan HDL dan penurunan LDL yang ternyata hal tersebut mampu menyehatkan jantung dan pembuluh darah.
  2. Psikologi yang Tenang Cegah Penyakit Kronis
    Saat berpuasa kita tidak hanya menahan diri dari lapar dan haus tapi juga menahan amarah, hal tersebut dapat menurunkan adrenalin sehingga memberi efek yang baik bagi tubuh dalam mengurangi penyakit pembuluh darah, jantung, dan otak.
  3. Pola Pikir Lebih Tajam dan Kreatif
    Puasa membuat pikiran menjadi lebih tenang.
  4. Performa Seksual Meningkat Pesat
  5. Mengurangi Kegemukan
  6. Pencegah dan Penyakit Mental
  7. Kekebalan Tubuh yang Meningkat
    Seseorang yang berpuasa akan memberikan efek pada tubuhnya berupa peningkatan limfosit sampai 10 kali lipat dalam tubuhnya, hal ini memberikan pengaruh terhadap sistem imunitas tubuh, sehingga menghindarkan diri dari berbagai virus dari lingkungan luar.
  8. Sehat bagi Ginjal
  9. Pencegah Diabetes dan kelebihan nutrisi lainnya
  10. Penawar sakit sendi dan encok
  11. Puasa dapat memperlambat proses penuaan.

E. Manfaat Puasa dalam Tinjauan Sosial

  1. Menumbuhkan rasa persamaan di antara sesama muslim
  2. Menghindari perangkap-perangkap setan yang tertuju kepada manusia
    Puasa menjadi solusi terbaik dalam mengurangi nafsu biologis sehingga pikiran, hati akan terjaga serta tindakan terarah dan mata pun terjaga.
  3. Puasa bisa melahirkan ketakwaan kepada ALLAH yang mana ketakwaan tersebut dapat memperkuat hubungan antar individu masyarakat.

F. Kesalahan-kesalahan dalam Melakukan Puasa

  1. Tidak mengetahui hukum-hukum seputar ramadhan
  2. Menyambut ramadhan dengan permainan dan senda gurau
  3. Jika ramadhan bertaubat, jika ramadhan telah berlalu maka kembali lagi kepada kemaksiatan
  4. Sedih jika ramadhan datang dan bergembira ketika ramadhan telah pergi
  5. Senda gurau dan bermain-main
  6. Memperbanyak makanan-makanan lahiriah
  7. Meninggalkan shalat tarawih
  8. Shaum tapi tidak shalat

G. Fenomena Ritual dan Tradisi di Bulan Ramadhan

Masha ALLAH inilah yang terkadang belum kita ketahui, bagaimana tradisi yang  dilakukan oleh banyak masyarakat ketika menyambut dan menjalani bulan ramadhan, terkadang hal-hal yang dilakukan bukanlah tuntunan yang disyariatkan sehingga menimbulkan kesia-siaan bahkan dosa, semoga kita terlindung dari perbuatan-perbuatan tersebut. Adapun tradisi-tradisi yang seharusnya kita tinggalkan antara lain sebagai berikut:

  1. Rihlah (bepergian) sebelum bulan ramadhan, maksudnya adalah melakukan rekreasi atau piknik khusus untuk menyambut datangnya bulan ramadhan.
  2. Ziarah kubur sebelum ramadhan yang di tradisikan.
  3. Ngabuburit tanpa tujuan yang syar’i
  4. Tidur sepanjang hari
  5. Makan dan minum berlebihan.

H. Pembatal dan Perusak Puasa

Nah, disini kita mesti membedakan antara pembatal dengan perusak puasa, pembatal puasa adalah sesuatu yang dilakukan sehingga membuat puasa kita batal dan wajib mengqadha (mengganti)nya sedangkan perusak puasa adalah hal-hal yang dapat mengurangi dan merusak pahala puasa tapi tidak sampai membuat puasa tersebut batal serta tidak ada kewajiban untuk menggantinya.

  1. Pembatal Puasa
    Pembatal puasa antara lain:
    1) Makan dan Minum
    2) Jima’ atau melakukan hubungan suami istri pada siang hari, adapun orang yang melakukan jima’ maka ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬†baginya dosa, karena tidak menghargai bulan ramadhan dan jika telah berhubungan maka tetap melanjutkan ¬† ¬†puasanya tetapi puasanya tetap dianggap batal serta wajib membayar kaffarat berupa:
    a. Membebaskan budak
    b. Puasa dua bulan berturut-turut
    c. Memberi makan fakir miskin
    3) Muntah yang disengaja
    4) Haidh dan Nifas
    5) Orang yang berniat berbuka padahal ia sedang berpuasa
    6) Onani (bagi laki-laki) dan Masturbasi (bagi perempuan)
    7) Seseuatu yang bermakna makan dan minum, misalnya infus.
    8) Murtad dari agama islam, meskipun setelah itu ia memeluk islam
    9) Keluarnya darah karena berbekam
    Pembatal-pembatal ini dikatakan sah jika memenuhi 3 syarat yaitu,
    – Dia memiliki ilmu
    – Melakukannya dalam keadaan sadar
    – Niat, berazzam untuk membatalkan puasanya.
  2. Perusak Puasa
    Adapun amalan-amalan perusak puasa yaitu tidak menjaga lidah dengan Ghibah (menggunjing orang lain) dan ghanimah (mengadu domba).
    Amalan-amalan yang untuk menjaga puasa kita adalah dengan menundukkan pandangan, menjaga lisan, menghindari keharaman meski telah berbuka dan tidak makan berlebihan ketika berbuka.

I. Udzur yang Membolehkan Tidak Berpuasa

  1. Orang sakit, dimana ketika ia berpuasa maka bertambah parah penyakitnya, wajib baginya mengqadha di lain waktu.
  2. Orang yang bersafar atau bepergian dengan jarak 83 KM atau lebih. wajib qadha, dalil di QS. Al-Baqarah:184.
  3. Orang tua yang tidak mampu lagi berpuasa, di hari lain wajib membayar fidyah atau memberi makan 1 orang miskin untuk 1 hari yang ia tinggalkan.
  4. Orang yang hamil dan menyusui, wajib qadha,
  5. Orang yang sangat lapar dan haus, dikhawatirkan jika melanjutkan puasa akan mencelakakan dirinya.
  6. Orang yang makan dan minum karena lupa.

J. Muslimah Cerdas dalam Menyambut dan Menjalankan Bulan Ramadhan

Muslimah, ya, muslimah merupakan sosok insan istimewa yang dari lahir hingga baligh merupakan memiliki pembahasan yang begitu eksklusif, muslimah juga merupakan bahan pergolakan musuh-musuh dalam memerangi islam serta menjadi posisi sentral dalam kehidupan keluarga dan masyarakat maka ketika menyambut dan menjalani ramadhan muslimah memiliki peran yang khusus. Begitu banyak pembahasan tentang hal ini, namun saya akan menuliskan poin-poin utamanya saja.
Bagi muslimah, sebaiknya melakukan musyawarah dengan anggota keluarga termasuk dalam membuat kesepakatan waktu selama bulan ramadhan, misalnya waktu membaca alqur’an, menghafal al-qur’an, serta belajar menyediakan ¬†dan memanage menu yang bervariasi saat berbuka puasa dan sahur yang hemat secara finansial dan waktu¬†agar tidak serta merta waktu dan tenaga dihabiskan di pasar atau pun di dapur sehingga meninggalkan ibadah-ibadah yang lainnya , bagi yang telah berkeluarga termasuk membangunkan anak untuk sahur.

Target Muslimah di bulan ramadhan dapat yaitu:

  1. Muslimah dengan ilmu, yaitu menuntut ilmu demi peningkatan kualitas keimanan serta mentadabburi al-qur’an.
  2. Muslimah dengan Al-qur’an, merencanakan dan melaksanakan target mengkhatam serta menghafal Al-qur’an.
  3. Muslimah menambah amalan sedekahnya.
    “Hai kaum wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar’ (HR. Muslim).
    “Hai kaum wanita, bersedekahlah meskipun dengan perhiasanmu” (HR. Bukhari).
  4. Memberi buka puasa.
  5. Muslimah menyambut idul fitri, dengan menyediakan menu hari raya, pakaian di hari raya bisa dibeli sebelum ramadhan agar ketika ramadhan tiba, kita tidak sibuk lagi mencari hal-hal demikian tetapi fokus terhadap amalan-amalan di bulan ramadhan.

K. Fiqh Muslimah di Bulan Ramadhan

  1. Membaca Al-qur’an
  2. Shalat Tarawih
    Shalat Tarawih merupakan shalat yang dilakukan pada malam hari di bulan ramadhan yang waktunya membentang dari setelah isya hingga menjelang fajar, hukumnya sunnah namun tidak pantas ditinggalkan
    “Barangsiapa yang melakukan shalat di malam hari selama bulan ramadahan dengan penuh keimanan dan mengharap ridho dari ALLAH, maka diampuni dosanya yang telah lalu” (Muttafaq Alaihi).
    Shalat tarawih lebih afdhal dilakukan secara berjamaah, namun jika seorang muslimah hendak melakukan shalat jamaah tarwih di masjid maka syarat-syarat yang harus diperhatikan antara lain:
    1) Tujuannya ke masjid hanya untuk melakukan ibadah.
    2) Keluarnya tidak menimbulkan fitnah.
    3) Berhijab, tidak tabarruj (berhias berlebihan) dan tidak memakai wangi-wangian.
    4) Tidak meninggalkan kewajiban di rumah yang lebih penting.
    5) Mendapat izin suami.
    6) Memperhatikan adab-adab di masjid.
  3. Amalan yang boleh dilakukan Muslimah saat Haidh di bulan Ramadhan
    1) Boleh makan dan minum di siang hari, tapi sebaiknya tidak di depan anak-anak dan orang yang berpuasa.
    2) Memperbanyak dzikir.
    3) Bersedekah.
    4) Menghadiri majelis ilmu atau mendengarkan dan menonton ceramah, murottal alqur’an.
    5) Mempelajari surah tertentu, membaca tafsir atau mempelajari faedah yang  terdapat dalam surah tersebut.
    6) Menyiapkan hidangan buka puasa bagi yang berpuasa, keluarga, tetangga atau teman.
  4. fiqh qadha puasa dan waktunya
    1) Boleh mengqadha secara berurut atau terpisah sejumlah hari yang ia tinggalkan.
    2) Boleh mengakhirkan qadha puasa tanpa udzur di bulan sya’ban, tapi sebaiknya disegerakan.
    3) Tidak boleh mengkakhirkan qadha ke ramadhan berikutnya, siapa yang mengkhirkan maka wajib untuk mengqadha dan membayar kaffarat yaitu membari makan 1 orang miskin untuk satu hari.
    4) Kaffarat tidak berlipat meskipun qadha tertunda beberapa ramadhan. Wajib untuk bertaubat dan segera menyelesaikan kaffaratnya.
    5) Kaffarta takarannya 1 mud beras atau 750 gram untuk 1 hari.

L. Muslimah di 10 akhir Ramadhan

10 hari di akhir ramadhan memiliki beberapa keutamaan antara lain:

  1. Waktu turunnya Lailatul Qadr
    Keutamaan Lailatul Qadr yaitu:
    1) Waktu diturunkannya Al-Qur’an, QS. Ad-Dhukan:3
    2) Malam tersebut lebih baik dari 1000 bulan, QS. Al-Qadr: 3
    3) Seseorang yang mendapatkan Lailatul Qadr akan diampuni dosanya di masa lampau
    “Barangsiapa yang beribadah pada Lailatul Qadr karena iman dan mengharapkan pahala maka niscaya
    akan diampuni dosa-dosanya yang telah lampau” (HR. Bukhari dan Muslim).
    4) Para Malaikat dan Jibril turun pada malam itu.
    5) Kesejahteraan pada malam tersebut berlangsung hingga fajar, QS. Al-Qadr: 4.
    6) Waktu turunnya adalah misteri dan turun di malam-malam yang ganjil.
    7) Tidak diketahui kedatangannya kecuali setelah Laialtul qadr berlalu, tanda-tandanya antara lain
    matahari tidak menyengat padahal telah meninggi, malam yang ramah, tidak panas dan tidak dingin.
    pagi harinya matahari terbit kemerah-merahan (tidak terik).
  2. Rasulullah mengkhuskan memberpbanyak amalan di akhir 10 ramadhan
    “Rasulullah bersungguh-sungguh beramal yang tidak ada samanya di waktu yang lain” (HR. Muslim).
    “Bila masuk 10 hari di akhir ramadhan rasulullah menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya dan bersungguh-sungguh serta mengencangkan kainnya dan tidak menggauli istri-istrinya (HR. Muslim).
  3. Rasulullah mengkhususkan i’tikaf pada waktu tersebut (berdiam diri di masjid dalam rangka ibadah)
  4. Mandi pada malam 10 akhir ramadhan diantara maghrib dan isya.
  5. Memakai pakaian yang terbaik dan parfum.
  6. Memperbanyak do’a.
  7. Zakat Fitri, zakat yang dikeluarkan dengan sebab berbuka (setelah sebulan berpuasa ramadhan) dimana
    mengandung hikmah sebagai bentuk pembersihan, kasih sayang kepada fakir miskin serta menunjukkan kesyukuran atas nikmat ALLAH azza wa jalla.
    Hukumnya wajib bagi setiap Muslim. Takarannya 1 sho’ = 4 mud = 2,175 kg/ 3 kg ¬†(beras)

M. The Winner of Ramadhan

Kita senantiasa berharap ketika kita berpindah dari satu ramadhan ke ramadhan berikutnya selalu ada nilai tambah. Hakikat kemenangan Ramadhan bukan hanya pada 1 syawal tapi juga tetap istiqomah pada 11 bulan berikutnya, QS. Al-Maidah:48.
Sesungguhnya puasa pada bulan ramadhan dapat mempersempit jalan-jalan setan karena faktor-faktor eksternal membuat ruang geraknya semakin lebar dan kita sebagai manusia, kita sendirilah yang mampu merekayasa nafsu yang ada di dalam diri kita.
Pemenang-pemenang ramadhan adalah:

  1. Orang-orang yang berpuasa itu sendiri karena iman dan mengharap ridho ALLAH.
  2. Orang yang bersabar dalam meninggalkan kemaksiatan.

Kemenangan yang hakiki adalah ketika kita diberikan keistiqomahan, sesungguhnya inilah kunci dari kemenangan itu sendiri, TAKWA dan ISTIQOMAH.
ramadhan is coming soon

 

 

 

 

Mungkin…

Mungkin...

Mungkin kita mampu tapi tak punya wadah untuk mengasah..
Mungkin kita pandai tapi tak lincah menjalani prosesnya…
Mungkin juga kita cerdas tapi terhambat oleh keinginan yang nafsi-nafsi..
Mungkin kita adalah pemegang kesuksesan hanya saja terhambat oleh segelintir kemalasan…

Ya, kita butuh ruang, butuh gerakan, butuh orang lain dan tentu saja butuh ketekunan…

Menulis…

Bismillah…
Lama tidak menulis di blog ini, rasanya kemampuan menulis semakin kurang, benar kata penulis-penulis yang hebat itu, menulis harus terus dilatih dengan tekun tidak boleh lelah dan berhenti. Oh ya, saya ingin menghayati satu hal bahwa jika ingin menulis maka menulislah, jangan hiraukan apa yang orang lain akan katakan, jika mereka mengkritik alhamdulillah kritikan itu bisa menjadi sebuah batu loncatan untuk semakin mengasah kemampuan diri agar bisa belajar dari kekurangan yang ada dan berusaha untuk tidak mengulangnya, insya ALLAH. Ya, saya hanya menulis tapi bukan seorang penulis.

Gambar

Antara GOLPUT dan siapa yang harus kita pilih…

Goresan Ini hanya sebuah ungkapan hati seorang anak bangsa yang awam terhadap perpolitikan tapi prihatin atas mereka yang tidak menyalurkan aspirasinya di panggung demokrasi serta mereka yang rela menjual hak pilihnya demi kepentingan sesaat. Pemilihan umum sebentar lagi, tidak terasa waktu bergulir mundur menjemput pesta rakyat 5 tahunan ini, sebagai individu muslim, kita terkadang diperhadapkan oleh sebuah “pandangan yang rumit” bahwa secara realitas tidak ada sistem demokrasi yang berlaku dalam islam, akan tetapi kembali kita berbicara sebagai salah satu bagian dari masyarakat indonesia yang juga dinaungi oleh peraturan-peraturan negara dimana seseorang yang berumur 17+ dianggap sebagai insan dewasa yang sudah berhak menggunakan hak pilihnya, itu berarti mereka dipercaya sebagai orang-orang “terpilih” untuk menentukan mana yang mampu dan tidak mampu mengemban amanah negara.

Sebuah trend di kalangan sebagian khalayak untuk tidak menyalurkan aspirasinya pada pemilihan umum dengan dalih yang bermacam-macam, salah satunya ada yang bilang “milih gak milih, itu gak ngaruh sama kehidupan saya”, ketika ditanya lagi, kaum golput kadang-kadang hanya mengatakan “Itu hak saya, mau memilih atau tidak”. Iya, itu juga ada benarnya, tapi coba bayangkan jika kita adalah orang-orang yang mempunyai nalar tinggi dalam menilai sosok-sosok yang pantas dalam mengemban amanah rakyat akan tetapi diselimuti oleh keengganan menggunakan hak pilih, maka otomatis kita menghilangkan sekian persen peluang dari orang-orang tersebut untuk maju memikul beban rakyat. Lihatlah dan ambillah sisi positif dari adanya hajatan demokrasi ini, menjadi golput bukanlah “jalan” yang tepat.

Selain tidak memilih untuk GOLPUT, kita sebagai warga negara yang baik harus benar-benar menggunakan hak pilih dengan bijak dan tidak menjual suara dengan nominal lima puluh ribu atau seratus ribu rupiah yang akrab disapa sebagai Politik Uang, karena tidak dipungkiri lagi bahwa akan ada segelintir calon wakil rakyat yang akan melakukan hal tersebut untuk meraih kursi di parlemen, ada juga “serangan fajar” yang dipersenjatai oleh uang, sudah jelas, orang-orang seperti ini Sangat tidak layak untuk dipilih, baru mencalonkan diri saja sudah main uang, bagaimana kalau sudah terpilih?? Kemungkinan Korupsi pasti ada, serta yakin dan percaya mereka tidak akan memperhatikan hak-hak kita lagi dan bisa jadi cenderung mengabaikan kewajiban mereka sebagai wakil rakyat, karena mereka berpikir, “toh, suara kalian sudah saya beli”. Pikirkan dan berikan suara pada orang yang akan membayar hak pilih kita melalui visi misi yang jelas dan masuk akal, orang yang tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan untuk membangun daerah serta memperbaiki apa yang seharusnya diperbaiki dalam tatanan undang-undang yang berkaitan erat dengan kesejahteraan rakyat, sehingga kita, keluarga dan masyarakat turut menikmati hasil dari apa yang kita suarakan dalam jangka panjang bukan hanya sehari melalui lembaran-lembaran rupiah itu.

Sebagai bahan renungan di jelang detik-detik terakhir pesta demokrasi…Mari menjadi Pemilih-pemilih cerdas, patahkan kalimat klasikal yang menyatakan bahwa “Demokrasi hanya tergantung pada banyaknya jumlah kepala bukan isi kepala”. Mari menjadi Pemilih-pemilih bijak, yang juga akan merubah persepsi bahwa “Demokrasi sarat akan Perdagangan suara, jual beli hak pilih”. Sungguh masyarakat beradab adalah kita yang menggunakan akal dan nurani dalam bertindak.

 

(Makassar, 9 hari jelang 9 April….)

<photo id=”1″ />

Ketika Hari Itu Tak Ada Lagi dan Kita Sudah tidak “Disini” Lagi

Seharian ini saya habiskan di jalanan ibukota yang diwarnai hiruk pikuk kemacetan, menaiki angkot dari trayek satu ke trayek yang lain. Di bawah matahari yang terik, keringat dan debu pun kunikmati tanpa kehendak, pandangan di luar angkot hanyalah gedung-gedung tinggi, bangunan mewah, perkantoran bahkan sesekali mata menjejal pada lorong-lorong kumuh yang padat penduduk.

Entah kenapa saya hanya ingin berimajinasi bagaimana wajah kota ini dua puluh  tahun yang lalu, tiga tahun,  bahkan ketika orang tua saya masih belum terlahir, pastilah tidak seperti sekarang, mungkin jalan-jalan masih lengang, rumah-rumah belum sepadat saat ini, dan belum terlihat jelas perbedaan mencolok antara si kaya dan si miskin, pengemis masih kurang dan hampir tak ditemukan anak-anak mengais rejeki dari belas kasihan orang-orang di pinggir jalan, lingkungan masih begitu asri dengan tumbuhan peneduh di setiap jalan. Jika ada kesempatan di lain hari dan saya mengingat tentang tulisan ini, saya tidak perlu repot-repot lagi berkhayal tentang masa lalu setiap sudut kampung modern ini, cukup menanyakannya pada orang tua yang telah uzur dan masih tidak pikun dengan kenangan-kenangan yang ia lewati sebagai pribumi berpuluh-puluh tahun silam.

Pikiran saya kembali direcoki oleh hasrat untuk mengintip masa depan, bagaimana 20 atau 30 tahun kemudian? Mungkin, sulit lagi menemukan lahan kosong untuk pemukiman, mobil bukan lagi kendaraan mewah bagi sebagian orang, pengemis dan anak jalanan tak terhitung lagi jumlahnya ataukah kehidupan justru semakin makmur, tak ada lagi peminta-minta semua orang produktif dan memiliki pekerjaan yang layak untuk menyambung hidup, lingkungan kembali dihijaukan oleh pohon-pohon, harapan saya seperti sebuah siklus yang selalu kembali ke titik yang sama, jika awalnya kota ini adalah sebuah kota teduh bersinar maka akan kembali menjadi seperti julukannya di tahun-tahun mendatang. Gambaran kondisi-kondisi ini hanya sebuah tebak-tebakan yang tidak punya hadiah.

Kita tinggalkan membahas keadaan kota ini, karena kacamata saya pun masih terlalu buram untuk memandang, mengamati bahkan memahami hal-hal yang bersangkutan dengan perkotaan lagipula bukan bidang saya, anggap saja hanya opini seorang awwam.

Seharusnya saya pun berpikir, bahwa 20-30 tahun mendatang adalah waktu yang masih lama, apakah hari itu akan hadir? Ataukah sebentar lagi dunia akan berakhir?¬† Bagaimana jika hari itu tak ada lagi, sudahkah kita mempersiapkan diri untuk menuju perjalanan abadi yang tujuannya hanya sampai pada satu diantara dua “Kota” yang tertulis gamblang di dalam kitab suci-NYA serta yang tertutur keadaannya oleh lisan baginda Rasulullah.

Dua “kota”adalah¬† itu Syurga dan Neraka, kota yang tak ada tandingannya atas sebaik-baik ruang dan seburuk-buruk tempat berpijak di dunia. Jika di saat ini kita tidak menikmati keindahan sempurna dari setiap tempat yang kita kunjungi karena masih ada saja kekurangan disana-sini, maka di surga nantilah, hal-hal yang tak ada kurangnnya inshaa ALLAH akan kita temui. Apabila hari ini kita merasakan ketidaknyamanan berada di sebuah tempat, besar kemungkinan keadaan tersebut masih bisa ditolerir, karena di dunia ini, sungguh, kita tidak merasakan penderitaan sepenuhnya. Tapi di neraka nanti? Niscaya siksaan begitu sempurna. Semoga kita terselamatkan oleh panasnya api jahannam.

Kita percaya pada satu hal bahwa kita akan menuju ke tempat yang kekal abadi, kita pun harus menyadari, mau kemana? Dan apa yang telah kita persiapkan sebagai bekal untuk menuju kesana?

*Menuliskan catatan ini adalah proses saya dalam belajar dan Inshaa ALLAH saya akan terus belajar semampu saya, maka Maafkan, atas kerancuan bahasa dan isi jika sulit terpahami.