Ramadhan Yaa Karim, Refleksi Menuju Takwa

Bismillah…
Ramadhan tak terasa sudah di depan mata, bulan mulia ini senantiasa dirindukan oleh orang-orang yang beriman untuk menjalankan ibadah puasa yang penuh berkah, semoga kita termasuk ke dalam golongan perindu ramadhan, inshaa ALLAH… ūüôā
Akhir pekan lalu tepatnya di hari sabtu dan ahad 16-17 sya’ban tahun 1435 Hijriah atau tanggal 14-15 2014, saya berkesempatan menghadiri acara daurah Ramadhan, acara yang begitu sarat akan ilmu khususnya untuk para muslimah dalam mempersiapkan diri menjemput ramadhan serta menjalaninya dengan ibadah-ibadah yang akan mengantarkan kita kepada ketakwaan. Ada beberapa¬†penting yang di ulas seputar ramadhan, jujur yah masih sangat banyak ternyata hal-hal seputar ramadhan yang belum saya ketahui, alhamdulillah dengan ikut kajian ilmiah ini semakin menambah pengetahuan saya yang tentunya masih perlu terus belajar pada tempat dan waktu yang lain. Berikut akan saya sajikan hal-hal yang sempat saya catat di daurah tersebut, semoga bermanfaat.

Ramadhan pertama kali dilaksanakan pada tahun 2 Hijriah dimana pada bulan ini orang-orang beriman melaksanakan puasa, nah, apakah yang dimaksud dengan puasa?
Secara bahasa puasa adalah Menahan, sedangkan secara istilah Puasa adalah menahan diri untuk makan dan minum dan dari hal-hal yang merusak serta membatalkan puasa pada siang hari dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Puasa hukumnya Wajib a’in dan merupakan salah satu rukun islam serta ditujukan untuk orang-orang yang beriman, puasa telah diperintahkan kepada orang-orang sebelumnya untuk mencapai derajat ketakwaan, sebagaimana firman ALLAH dalam Qur’an surah Al-Baqarah:183 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

A. Keutamaan bulan Ramadhan:

  1. Bulan ramadhan adalah bulan untuk beramal shaleh.
  2. Bulan ramadhan adalah bulan sedekah karena pahalanya yang berlipat ganda.¬†Dari Ibnu Abbas¬†radhiallahu ‚Äėanhuma¬†berkata, ‚ÄúRasulullahshallallahu ‚Äėalaihi wa sallam¬†adalah manusia yang paling dermawan, dan kondisi beliau paling dermawan adalah di bulan Ramadhan di saat bertemu Jibril ‚ÄėAlaihis salam, di mana Jibril¬†‚Äėalaihis salam¬†sering bertemu beliau pada setiap malam dari bulan Ramadhan, lalu Jibril mengajarkannya al-Qur`an, dan sungguh Rasulullah¬†shallallahu ‚Äėalaihi wa sallam¬†adalah manusia paling (cepat) dermawan dengan kebaikan daripada angin yang berhembus.‚ÄĚ (Shahih al-Bukhari Ma‚Äôa al-Fath¬†1/30 nomor 6.¬†Shahih Muslim¬†4/1803.).
  3. Bulan ramadhan adalah bulan Al-qur’an, alqur’an diturunkan pada bulan ramadhan
  4. Bulan ramadhan adalah bulan kemenangan, sesungguhnya banyak peperangan yang dimenangkan di bulan ramadhan, salah satunya perang badar. Ketahuilah saudaraku bahwa perang yang plaing dahsyat sesungguhnya adalah perang melawan hawa nafsu, maka siapa yang berhasil memeranginya dialah seorang pemenang.
  5. Bulan ramadhan adalah bulan pertaubatan.
  6. Bulan ramadhan adalah bulan kesabaran.
  7. Bulan dikabulkannya do’a-do’a.
    Ada tiga golongan orang-orang yang tidak tertolak do’anya (1) pemimpin yang adil (2) orang yang sedang berpuasa (3) orang yang terdzolimi (HR. At-Tirmidzi dan At. Thabrani).
  8. Bulan ramadhan di dalamnya terdapat Lailatul Qadr, yang ibadah di dalamnya lebih utama dari 1000 bulan, mashaa ALLAH.

B. Keutamaan orang yang berpuasa

  1. Puasa adalah salah satu sebab terwujudnya takwa (QS. Al-Baqarah:183).
  2. Puasa adalah gejolak syahwat.
  3. Puasa adalah pemisah antara hamba dengan neraka
    “Barangsiapa berpuasa 1 hari di jalan ALLAH, maka ALLAH akan memisahkan dirinya dengan neraka sejauh jarak antara langit dan bumi (HR. At-Tirmidzi).
  4. Pahala puasa tidak terbatas, mendapatkan dua kebahagiaan dan bau mulut orang berpuasa lebih wangi dari minyak kesturi.
    Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was sallam bersabda:
    ‚ÄúSetiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta‚Äôala berfirman (yang artinya), ‚ÄėKecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.‚Äô(HR. Muslim).
  5. Puasa dan Al-Qur’an akan menjadi syafa’at di akhirat kelak.
  6. Puasa sebagai kaffarat (penebus dosa).
  7. Pintu surga Ar-rayyan bagi orang berpuasa.
  8. Orang yang berpuasa tidak tertolak do’anya.

C. Adab-adab puasa

  1. Makan Sahur
    “Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya dalam sahur itu keberkahan” (Muttafaqun Alaihi).
  2. Menahan diri dari kata-kata yang tidak bermanfaat.
  3. Sifat dermawan dan mengkhatamkan Al-qur’an.
  4. Menyegerakan berbuka puasa
    Umat manusia akan tetap berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa (HR. Bukhari).
  5. Berdo’a ketika berbuka puasa, sebagaimana diisabdakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
    “Telah hilang rasa haus dan telah basah urat-urat, serta ditetapkan pahala, insya ALLAH”.

D. Manfaat Puasa dalam Tinjauan Kesehatan dan Psikologi

  1. Baik bagi kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah
    Ketika berpuasa tubuh kita mengalami peningkatan HDL dan penurunan LDL yang ternyata hal tersebut mampu menyehatkan jantung dan pembuluh darah.
  2. Psikologi yang Tenang Cegah Penyakit Kronis
    Saat berpuasa kita tidak hanya menahan diri dari lapar dan haus tapi juga menahan amarah, hal tersebut dapat menurunkan adrenalin sehingga memberi efek yang baik bagi tubuh dalam mengurangi penyakit pembuluh darah, jantung, dan otak.
  3. Pola Pikir Lebih Tajam dan Kreatif
    Puasa membuat pikiran menjadi lebih tenang.
  4. Performa Seksual Meningkat Pesat
  5. Mengurangi Kegemukan
  6. Pencegah dan Penyakit Mental
  7. Kekebalan Tubuh yang Meningkat
    Seseorang yang berpuasa akan memberikan efek pada tubuhnya berupa peningkatan limfosit sampai 10 kali lipat dalam tubuhnya, hal ini memberikan pengaruh terhadap sistem imunitas tubuh, sehingga menghindarkan diri dari berbagai virus dari lingkungan luar.
  8. Sehat bagi Ginjal
  9. Pencegah Diabetes dan kelebihan nutrisi lainnya
  10. Penawar sakit sendi dan encok
  11. Puasa dapat memperlambat proses penuaan.

E. Manfaat Puasa dalam Tinjauan Sosial

  1. Menumbuhkan rasa persamaan di antara sesama muslim
  2. Menghindari perangkap-perangkap setan yang tertuju kepada manusia
    Puasa menjadi solusi terbaik dalam mengurangi nafsu biologis sehingga pikiran, hati akan terjaga serta tindakan terarah dan mata pun terjaga.
  3. Puasa bisa melahirkan ketakwaan kepada ALLAH yang mana ketakwaan tersebut dapat memperkuat hubungan antar individu masyarakat.

F. Kesalahan-kesalahan dalam Melakukan Puasa

  1. Tidak mengetahui hukum-hukum seputar ramadhan
  2. Menyambut ramadhan dengan permainan dan senda gurau
  3. Jika ramadhan bertaubat, jika ramadhan telah berlalu maka kembali lagi kepada kemaksiatan
  4. Sedih jika ramadhan datang dan bergembira ketika ramadhan telah pergi
  5. Senda gurau dan bermain-main
  6. Memperbanyak makanan-makanan lahiriah
  7. Meninggalkan shalat tarawih
  8. Shaum tapi tidak shalat

G. Fenomena Ritual dan Tradisi di Bulan Ramadhan

Masha ALLAH inilah yang terkadang belum kita ketahui, bagaimana tradisi yang  dilakukan oleh banyak masyarakat ketika menyambut dan menjalani bulan ramadhan, terkadang hal-hal yang dilakukan bukanlah tuntunan yang disyariatkan sehingga menimbulkan kesia-siaan bahkan dosa, semoga kita terlindung dari perbuatan-perbuatan tersebut. Adapun tradisi-tradisi yang seharusnya kita tinggalkan antara lain sebagai berikut:

  1. Rihlah (bepergian) sebelum bulan ramadhan, maksudnya adalah melakukan rekreasi atau piknik khusus untuk menyambut datangnya bulan ramadhan.
  2. Ziarah kubur sebelum ramadhan yang di tradisikan.
  3. Ngabuburit tanpa tujuan yang syar’i
  4. Tidur sepanjang hari
  5. Makan dan minum berlebihan.

H. Pembatal dan Perusak Puasa

Nah, disini kita mesti membedakan antara pembatal dengan perusak puasa, pembatal puasa adalah sesuatu yang dilakukan sehingga membuat puasa kita batal dan wajib mengqadha (mengganti)nya sedangkan perusak puasa adalah hal-hal yang dapat mengurangi dan merusak pahala puasa tapi tidak sampai membuat puasa tersebut batal serta tidak ada kewajiban untuk menggantinya.

  1. Pembatal Puasa
    Pembatal puasa antara lain:
    1) Makan dan Minum
    2) Jima’ atau melakukan hubungan suami istri pada siang hari, adapun orang yang melakukan jima’ maka ¬† ¬† ¬† ¬† ¬† ¬†baginya dosa, karena tidak menghargai bulan ramadhan dan jika telah berhubungan maka tetap melanjutkan ¬† ¬†puasanya tetapi puasanya tetap dianggap batal serta wajib membayar kaffarat berupa:
    a. Membebaskan budak
    b. Puasa dua bulan berturut-turut
    c. Memberi makan fakir miskin
    3) Muntah yang disengaja
    4) Haidh dan Nifas
    5) Orang yang berniat berbuka padahal ia sedang berpuasa
    6) Onani (bagi laki-laki) dan Masturbasi (bagi perempuan)
    7) Seseuatu yang bermakna makan dan minum, misalnya infus.
    8) Murtad dari agama islam, meskipun setelah itu ia memeluk islam
    9) Keluarnya darah karena berbekam
    Pembatal-pembatal ini dikatakan sah jika memenuhi 3 syarat yaitu,
    – Dia memiliki ilmu
    – Melakukannya dalam keadaan sadar
    – Niat, berazzam untuk membatalkan puasanya.
  2. Perusak Puasa
    Adapun amalan-amalan perusak puasa yaitu tidak menjaga lidah dengan Ghibah (menggunjing orang lain) dan ghanimah (mengadu domba).
    Amalan-amalan yang untuk menjaga puasa kita adalah dengan menundukkan pandangan, menjaga lisan, menghindari keharaman meski telah berbuka dan tidak makan berlebihan ketika berbuka.

I. Udzur yang Membolehkan Tidak Berpuasa

  1. Orang sakit, dimana ketika ia berpuasa maka bertambah parah penyakitnya, wajib baginya mengqadha di lain waktu.
  2. Orang yang bersafar atau bepergian dengan jarak 83 KM atau lebih. wajib qadha, dalil di QS. Al-Baqarah:184.
  3. Orang tua yang tidak mampu lagi berpuasa, di hari lain wajib membayar fidyah atau memberi makan 1 orang miskin untuk 1 hari yang ia tinggalkan.
  4. Orang yang hamil dan menyusui, wajib qadha,
  5. Orang yang sangat lapar dan haus, dikhawatirkan jika melanjutkan puasa akan mencelakakan dirinya.
  6. Orang yang makan dan minum karena lupa.

J. Muslimah Cerdas dalam Menyambut dan Menjalankan Bulan Ramadhan

Muslimah, ya, muslimah merupakan sosok insan istimewa yang dari lahir hingga baligh merupakan memiliki pembahasan yang begitu eksklusif, muslimah juga merupakan bahan pergolakan musuh-musuh dalam memerangi islam serta menjadi posisi sentral dalam kehidupan keluarga dan masyarakat maka ketika menyambut dan menjalani ramadhan muslimah memiliki peran yang khusus. Begitu banyak pembahasan tentang hal ini, namun saya akan menuliskan poin-poin utamanya saja.
Bagi muslimah, sebaiknya melakukan musyawarah dengan anggota keluarga termasuk dalam membuat kesepakatan waktu selama bulan ramadhan, misalnya waktu membaca alqur’an, menghafal al-qur’an, serta belajar menyediakan ¬†dan memanage menu yang bervariasi saat berbuka puasa dan sahur yang hemat secara finansial dan waktu¬†agar tidak serta merta waktu dan tenaga dihabiskan di pasar atau pun di dapur sehingga meninggalkan ibadah-ibadah yang lainnya , bagi yang telah berkeluarga termasuk membangunkan anak untuk sahur.

Target Muslimah di bulan ramadhan dapat yaitu:

  1. Muslimah dengan ilmu, yaitu menuntut ilmu demi peningkatan kualitas keimanan serta mentadabburi al-qur’an.
  2. Muslimah dengan Al-qur’an, merencanakan dan melaksanakan target mengkhatam serta menghafal Al-qur’an.
  3. Muslimah menambah amalan sedekahnya.
    “Hai kaum wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar’ (HR. Muslim).
    “Hai kaum wanita, bersedekahlah meskipun dengan perhiasanmu” (HR. Bukhari).
  4. Memberi buka puasa.
  5. Muslimah menyambut idul fitri, dengan menyediakan menu hari raya, pakaian di hari raya bisa dibeli sebelum ramadhan agar ketika ramadhan tiba, kita tidak sibuk lagi mencari hal-hal demikian tetapi fokus terhadap amalan-amalan di bulan ramadhan.

K. Fiqh Muslimah di Bulan Ramadhan

  1. Membaca Al-qur’an
  2. Shalat Tarawih
    Shalat Tarawih merupakan shalat yang dilakukan pada malam hari di bulan ramadhan yang waktunya membentang dari setelah isya hingga menjelang fajar, hukumnya sunnah namun tidak pantas ditinggalkan
    “Barangsiapa yang melakukan shalat di malam hari selama bulan ramadahan dengan penuh keimanan dan mengharap ridho dari ALLAH, maka diampuni dosanya yang telah lalu” (Muttafaq Alaihi).
    Shalat tarawih lebih afdhal dilakukan secara berjamaah, namun jika seorang muslimah hendak melakukan shalat jamaah tarwih di masjid maka syarat-syarat yang harus diperhatikan antara lain:
    1) Tujuannya ke masjid hanya untuk melakukan ibadah.
    2) Keluarnya tidak menimbulkan fitnah.
    3) Berhijab, tidak tabarruj (berhias berlebihan) dan tidak memakai wangi-wangian.
    4) Tidak meninggalkan kewajiban di rumah yang lebih penting.
    5) Mendapat izin suami.
    6) Memperhatikan adab-adab di masjid.
  3. Amalan yang boleh dilakukan Muslimah saat Haidh di bulan Ramadhan
    1) Boleh makan dan minum di siang hari, tapi sebaiknya tidak di depan anak-anak dan orang yang berpuasa.
    2) Memperbanyak dzikir.
    3) Bersedekah.
    4) Menghadiri majelis ilmu atau mendengarkan dan menonton ceramah, murottal alqur’an.
    5) Mempelajari surah tertentu, membaca tafsir atau mempelajari faedah yang  terdapat dalam surah tersebut.
    6) Menyiapkan hidangan buka puasa bagi yang berpuasa, keluarga, tetangga atau teman.
  4. fiqh qadha puasa dan waktunya
    1) Boleh mengqadha secara berurut atau terpisah sejumlah hari yang ia tinggalkan.
    2) Boleh mengakhirkan qadha puasa tanpa udzur di bulan sya’ban, tapi sebaiknya disegerakan.
    3) Tidak boleh mengkakhirkan qadha ke ramadhan berikutnya, siapa yang mengkhirkan maka wajib untuk mengqadha dan membayar kaffarat yaitu membari makan 1 orang miskin untuk satu hari.
    4) Kaffarat tidak berlipat meskipun qadha tertunda beberapa ramadhan. Wajib untuk bertaubat dan segera menyelesaikan kaffaratnya.
    5) Kaffarta takarannya 1 mud beras atau 750 gram untuk 1 hari.

L. Muslimah di 10 akhir Ramadhan

10 hari di akhir ramadhan memiliki beberapa keutamaan antara lain:

  1. Waktu turunnya Lailatul Qadr
    Keutamaan Lailatul Qadr yaitu:
    1) Waktu diturunkannya Al-Qur’an, QS. Ad-Dhukan:3
    2) Malam tersebut lebih baik dari 1000 bulan, QS. Al-Qadr: 3
    3) Seseorang yang mendapatkan Lailatul Qadr akan diampuni dosanya di masa lampau
    “Barangsiapa yang beribadah pada Lailatul Qadr karena iman dan mengharapkan pahala maka niscaya
    akan diampuni dosa-dosanya yang telah lampau” (HR. Bukhari dan Muslim).
    4) Para Malaikat dan Jibril turun pada malam itu.
    5) Kesejahteraan pada malam tersebut berlangsung hingga fajar, QS. Al-Qadr: 4.
    6) Waktu turunnya adalah misteri dan turun di malam-malam yang ganjil.
    7) Tidak diketahui kedatangannya kecuali setelah Laialtul qadr berlalu, tanda-tandanya antara lain
    matahari tidak menyengat padahal telah meninggi, malam yang ramah, tidak panas dan tidak dingin.
    pagi harinya matahari terbit kemerah-merahan (tidak terik).
  2. Rasulullah mengkhuskan memberpbanyak amalan di akhir 10 ramadhan
    “Rasulullah bersungguh-sungguh beramal yang tidak ada samanya di waktu yang lain” (HR. Muslim).
    “Bila masuk 10 hari di akhir ramadhan rasulullah menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya dan bersungguh-sungguh serta mengencangkan kainnya dan tidak menggauli istri-istrinya (HR. Muslim).
  3. Rasulullah mengkhususkan i’tikaf pada waktu tersebut (berdiam diri di masjid dalam rangka ibadah)
  4. Mandi pada malam 10 akhir ramadhan diantara maghrib dan isya.
  5. Memakai pakaian yang terbaik dan parfum.
  6. Memperbanyak do’a.
  7. Zakat Fitri, zakat yang dikeluarkan dengan sebab berbuka (setelah sebulan berpuasa ramadhan) dimana
    mengandung hikmah sebagai bentuk pembersihan, kasih sayang kepada fakir miskin serta menunjukkan kesyukuran atas nikmat ALLAH azza wa jalla.
    Hukumnya wajib bagi setiap Muslim. Takarannya 1 sho’ = 4 mud = 2,175 kg/ 3 kg ¬†(beras)

M. The Winner of Ramadhan

Kita senantiasa berharap ketika kita berpindah dari satu ramadhan ke ramadhan berikutnya selalu ada nilai tambah. Hakikat kemenangan Ramadhan bukan hanya pada 1 syawal tapi juga tetap istiqomah pada 11 bulan berikutnya, QS. Al-Maidah:48.
Sesungguhnya puasa pada bulan ramadhan dapat mempersempit jalan-jalan setan karena faktor-faktor eksternal membuat ruang geraknya semakin lebar dan kita sebagai manusia, kita sendirilah yang mampu merekayasa nafsu yang ada di dalam diri kita.
Pemenang-pemenang ramadhan adalah:

  1. Orang-orang yang berpuasa itu sendiri karena iman dan mengharap ridho ALLAH.
  2. Orang yang bersabar dalam meninggalkan kemaksiatan.

Kemenangan yang hakiki adalah ketika kita diberikan keistiqomahan, sesungguhnya inilah kunci dari kemenangan itu sendiri, TAKWA dan ISTIQOMAH.
ramadhan is coming soon

 

 

 

 

Kesan Kematian

Berita itu datang dari salah seorang teman melalui SMS,¬†terbaca kalimat pertama “Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun”, belum habis saya membacanya pikiran saya tertuju pada salah seorang teman kelas di bangku kuliah bapaknya mengalami sakit kanker paru-paru stadium 3 B penyakitnya sering kambuh bahkan sebelumnya sudah pernah mengalami koma dan diberitakan meninggal dunia sampai pada akhirnya kamis malam di pekan awal november bapak teman saya (sebut saja Ridwan) menghadap Ilahi Rabbi. Saya turut berduka atas kepergiannya.
Teringat kembali bagaimana Ridwan menceritakan kisah bapaknya yang begitu ia banggakan, dulu dia (bapak teman saya) adalah seorang perokok aktif kemudian berhenti dan tidak melakukan aktivitas itu lagi kurang lebih 10 tahun lamanya hingga kemudian penyakit kanker mulai menghinggapi paru-parunya. Teman saya tidak menceritakan penderitaan yang dialami bapaknya akan tetapi berfokus pada kisah perjuangan melawan penyakit itu sendiri, bagaimana dia berjuang melawan kanker paru-paru yang menggerogoti tubuhnya. “Bapak saya memiliki semangat hidup yang tinggi itu yang membuatnya bertahan hidup sampai saat ini” kata-kata itu terlontar beberapa bulan yang lalu saat saya bertemu Ridwan di depan jurusan. Semangat itu telah terukir menjadi sejarah baginya, sejarah yang ditinggalkan oleh orang tua terkasih, bapak yang selalu menjadi kebanggaan keluarganya.
Saya tidak akan mengungkap atau berkisah bagaimana perasaan dan kesedihan Ridwan setelah kematian bapaknya karena sulit menemukan kata yang mampu membahasakan kepiluan atas kematian. Kawan, setiap orang akan mengalami kematian, tapi bukankah kita dituntun untuk mengambil pelajaran dari setiap kejadian tak terkecuali kematian. Sebelum kematian itu datang maka jangan biarkan hidup tidak berkesan bagi orang-orang terdekat, keluarga dan sesama lalu ambillah pesan dari sebuah kematian pertama; hidup hanya sementara, kedua; setiap manusia punya waktu untuk ditinggalkan dan meninggalkan, ketiga; sejauh apakah persiapan kita menghadapi kematian? Teruntuk saya pribadi dan untuk kalian.

KAPURUNG HOLIC

“Ayo e mangngacara kapurung…!!”, ajakan yang seringkali terlontar dari teman-teman di kampung, ya, sudah jadi kebiasaan memang di daerah saya orang-orang menyantap kapurung dan bisa dikatakan sebagian besar penduduknya adalah “Kapurung holic”. Berbicara tentang kapurung mungkin sudah banyak anak muda tanah luwu yang memperkenalkannya, tapi tak apalah jangan bosan dibaca ya, karena saya mau me-reka-reka ulang makanan yang satu ini. Siapa tahu saja ada yang baca dan penasaran untuk menyantapnya.. semoga… semoga… semoga saja dan yang sudah sering tambah rajin lagi makannya. hihihi….
Makanan tradisional yang menjadi salah satu ikon dari daerah kelahiran saya, tanah luwu, tepatnya kota Malili, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan, adalah Kapurung, kalau yang baca blog ini tinggal di sulsel khususnya orang Luwu pasti pernah merasakan nikmat dan gurihnya makanan tradisional ini.
Kapurung merupakan makanan tradisional yang berbahan utama sagu di daerah lain seperti Kendari disebut Sinonggi, Papua dan Maluku disebut Papeda, kapurung disajikan dengan kuah yang mengental yang di campur sayur-sayuran, ikan, udang dan bahkan bisa diganti dengan daging ayam atau sapi dilengkapi dengan sambal atau “cobek-cobek” yang akan menambah kelezatan dari makanan yang satu ini. Di daerah Luwu Raya (Luwu Raya mencakup 3 kabupaten dan 1 Kotamadya yaitu Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur dan Kota Palopo) ada bermacam-macam jenisnya tergantung di wilayah mana kita berdomisili.
Membuat kapurung susah-susah gampang, untuk mengubah sagu menjadi adonan kapurung hanya dibutuhkan air panas, tapi pada saat menyiram sagu harus cekatan dan ukuran airnya pas karena kalau tidak seperti itu kapurung bisa menjadi terlalu encer atau memadat dengan sagu yang masih mentah atau istilahnya “Nda’ jadi”, yang unik dari kapurung adalah pada saat membentuknya digunakan sumpit *seperti di jepang saja atau bahasa kerennya “Pa’dui”, adonan kapurung dibentuk menjadi seperti bola-bola sambil memasukkannya ke dalam kuah “bale nasu” atau ikan yang dimasak dengan kunyit dan asam, dicampur dengan kuah sayur, sebut saja sayur campur-campur.
Kelezatan kuah menjadi salah satu faktor utama disukanya makanan ini, adapun sayur-sayurannya bisa berupa bayam, jantung pisang, kacang panjang, terung, kangkung, tergantung dari bahan yang tersedia atau si pembuat kapurung itu sendiri, yang juga tak kalah pentingnya adalah racikan bumbu cobeknya yang merupakan campuran dari cabe rawit, tomat, udang, garam, terung bakar, kacang. Ada juga yang lebih simpel cukup cabe rawit dan ikan asin teri saja yang ditumbuk jadi satu atau bisa juga dengan campuran “racca-racca mangga”, jangan lupa untuk menambahkan buah khas yang disebut “Patikala” bahasa orang sunda “Kecombrang” yang akan memperkuat rasa asam yang nikmat pada kuah kapurung atau boleh menggunakan jeruk nipis tergantung selera masing-masing mau menambahkan apa untuk penambah rasa asam yang segar.
Secara pribadi saya pecinta makanan pedas jadi kapurung terasa akan semakin lezat jika rasa kuahnya semakin pedas. Paling enak kalau kapurung dipasangkan dengan ikan bakar dan udang serta Lawa’ (Sayur pakis dengan campuran kelapa parut, mirip-miriplah dengan urap) *Itu menurut selera saya. hehehe.
Ketika di rantau jauh inilah makanan yang paling dirindukan oleh orang-orang luwu, makanan yang mempererat kebersamaan karena biasanya disajikan dan disantap bersama keluarga, teman dan kerabat, percaya deh, jarang sekali orang yang bikin kapurung hanya untuk konsumsi sendiri. Pasti makannya rame-rame.
Ingin merasakan nikmatnya Kapurung? Silahkan bertandang ke Tanah Luwu atau boleh juga di kota lain ngintip-ngintip rumah makan yang menyediakan makanan khas luwu ini, pasti salah satu menu yang tersedia adalah Kapurung, tapi setelah di intip, masuk dan pesan kapurungnya, makan yang lahap dan jangan lupa ingat-ingat saya ya ūüôā